Telkomsel luncurkan program “T-Connext” untuk memaksimalkan pertumbuhan ekosistem digital

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mempresentasikan program T-Connext untuk menghubungkan ekosistem digital dengan pemangku kepentingan terkait. Program ini merupakan inisiatif perusahaan untuk membawa modal ventura (VC), inovator dan perusahaan lebih memperhatikan produk digital dan portofolio inovasi mereka.

T-Connext terdiri dari serangkaian kegiatan yang menghubungkan peserta VIP dari ekosistem Telkomsel dengan VC untuk memicu potensi kolaborasi atau pendanaan. Sesi tindak lanjut diharapkan juga menampilkan produk dan portofolio Telkomsel melalui kegiatan business matching, rapat pendiri dan workshop.

“Program T-Connext melengkapi ekosistem digital Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital (digico). Kami berharap program T-Connext dapat menjadi program yang berkelanjutan di masa mendatang,” kata Jockie Heruseon, VP Business Development and Innovation Telkomsel dalam sesi media update, Rabu (21/9).

T-Connext melengkapi inisiatif yang dibangun Telkomsel untuk mengembangkan inovasi digital. Kendaraan inovasi Telkomsel termasuk Telkomsel Innovation Center (TINC), TheNextDev, Telkomsel Innovation Partners (TMI) dan Telkomsel Digital Ecosystem (INDICO), yang mengejar tujuan yang berbeda.

TMI dan INDICO kini berdiri sebagai entitas terpisah di luar Telkomsel. TMI didirikan pada tahun 2019, sedangkan INDICO sendiri baru diresmikan awal tahun ini. Jockie mengatakan bahwa TINC membawahi 36 portofolio TINC, TMI memiliki 17 portofolio dan INDICO membawahi 3 portofolio startup.

Selain itu, Jockie menjelaskan bahwa industri telekomunikasi memiliki peran sebagai penyedia infrastruktur jaringan dan enabler kelangsungan bisnis digital. Padahal, ada banyak aset yang dapat dimanfaatkan Telkomsel untuk mempercepat pertumbuhan digital di luar bisnis intinya sebagai penyedia jaringan telekomunikasi.

Ia juga menyoroti bagaimana program ini dapat membantu start-up dan pemangku kepentingan terkait dalam memberikan akses pasar; salah satu barang yang paling diinginkan. Akses ke pasar dapat membantu perusahaan rintisan menurunkan biaya akuisisi dan menurunkan tingkat pembakaran.

“Dengan semua yang sudah dibangun, kami merasa masih kurang dalam mengoptimalkan aset Telkomsel. Oleh karena itu, T-Connext dapat mempresentasikan produk dan portofolio inovasi kami lebih kuat ke ekosistem eksternal. Mereka perlu membangun jembatan ke VC,” katanya.
ritel ke perusahaan

Kepada DailySocial.id, Jockie menambahkan, acara lanjutan nantinya tidak hanya mencakup portofolio startup Telkomsel tetapi juga bisnis Telkomsel yang melayani segmen pelanggan retail dan enterprise lintas industri, seperti Maxstream dan DigiAds. Artinya portofolio dan unit bisnis yang berpartisipasi sudah memiliki produk digital, bukan sekedar ide.

Sejumlah startup dan portofolio Telkomsel yang berpartisipasi dalam program T-Connext antara lain Feedloop, Klik Daily, Bizhare, Kecilin, Shinta VR, school.mu, Kuncie, Telkomsel DigiAds, LinkAja dan tSurvey.id.

Sumber :

Rate this post